
Tahun ini, Pekan Kebudayaan Daerah menghadirkan 21 cabang lomba, mulai dari cerdas cermat bahasa Lampung dan cagar budaya, olahraga tradisional seperti egrang bambu dan ketapel, hingga seni pertunjukan dan literasi budaya, seperti tari kreasi daerah, musik tradisional, menulis aksara Lampung, mendongeng, hingga lomba film dokumenter tradisi Lampung.
Peserta kegiatan berasal dari jenjang SD, SMP, hingga masyarakat umum, sementara dewan juri melibatkan unsur akademisi dan praktisi budaya, antara lain dari Museum Lampung, Balai Bahasa Provinsi Lampung, Universitas Lampung, Politeknik Negeri Lampung, ITERA, MGMP Kabupaten Lampung Tengah, serta Dewan Kesenian Lampung.

Menurut Dr. Nur Rohman, ajang ini menjadi ruang pembelajaran dan apresiasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur Lampung.












