Lampung Tengah — Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tengah, Meri Andriyani, akhirnya angkat bicara terkait polemik yang terus menyeret nama Rumah Sakit Mitra Mulia Husada (MMH) Bandar Jaya. Dalam keterangannya kepada awak media, Meri menegaskan tidak ingin lembaga yang dipimpinnya dijadikan alat atau kendaraan kepentingan pribadi oleh pihak mana pun.
Dengan nada tegas, Meri bahkan secara langsung menyebut nama VBW, yang menurutnya berupaya membawa Komisi IV ke dalam konflik yang sejatinya merupakan persoalan di luar tugas dan fungsi dewan.
“Prinsip saya, saya tidak mau. VBW dan pihak RS Mitra Mulia Husada selesaikan dulu urusan mereka, entah itu soal dugaan penipuan atau persoalan lainnya. Selesaikan dulu,” tegas Meri.
Tidak Mau Komisi IV Dijadikan Alat Kepentingan
Meri menegaskan Komisi IV DPRD Lampung Tengah bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memenuhi keinginan individu tertentu. Karena itu, ia menolak jika lembaga yang dipimpinnya diarahkan untuk masuk ke dalam konflik yang menurutnya sarat kepentingan pribadi.
“Saya harus fair. Saya tidak mau dikendalikan VBW dan tidak mau dijadikan pelurunya. Jangan membawa-bawa Komisi IV,” ujarnya.










