LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah yang dilakukan melalui Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi KDKMP Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 yang diikuti sekitar 450 peserta, Kamis (23/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah yang diwakili Asisten II, Drs. Thoheran, M.Si. Kegiatan ini melibatkan jajaran pemerintah daerah, pengurus dan pengawas koperasi, serta manajer KDKMP yang telah melalui proses verifikasi dan validasi (verval).
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Lampung Tengah, Yos Devera, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan operasionalisasi koperasi.
“Rapat koordinasi ini kita laksanakan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi seluruh pihak dalam mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lampung Tengah. Kita ingin seluruh unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan,” ujar Yos Devera.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Inspektur, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK), Kepala Dinas Cipta Karya, unsur Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta jajaran Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan.
Selain itu, seluruh pejabat eselon III di lingkungan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan turut hadir bersama para pengawas KDKMP yang terdiri dari kepala kampung dan lurah, serta ketua dan manajer koperasi.
Menurut Yos, keterlibatan lintas sektor diperlukan agar berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan koperasi dapat dikoordinasikan secara menyeluruh, mulai dari administrasi, pengelolaan aset, hingga kesiapan manajemen operasional.
Yos Devera mengungkapkan, sebanyak 133 KDKMP di Kabupaten Lampung Tengah telah melalui proses verifikasi dan validasi. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan koperasi memasuki fase operasionalisasi.












