Dugaan Penyiksaan Menghantui Yayasan Srikandi: Penghuni ODGJ Mengaku Dipukul, Kelaparan, dan Dikurung di Ruang Gelap

Dugaan Penyiksaan Menghantui Yayasan Srikandi: Penghuni ODGJ Mengaku Dipukul, Kelaparan, dan Dikurung di Ruang Gelap
Caption: Seorang penghuni Yayasan Srikandi memberikan salam dari balik jeruji ruang pengurungan. Kondisi gelap dan tidak layak ini menjadi potret dugaan penyiksaan dan penelantaran yang dialami para ODGJ di dalam panti.

“Semalam saya ditinju, dihajar,” ucapnya lirih.

Penghuni lain, Susanto bin Ponijan asal Bergen, Lampung Selatan, memohon dengan suara gemetar:

“Tolong bebaskan saya Pak… Gelap, banyak nyamuk. Saya nggak tahan. Tolong carikan obat nyamuk…”

Kesaksian-kesaksian tersebut memperkuat dugaan bahwa di Yayasan Srikandi terjadi kekerasan fisik, pengurungan tidak layak, kelalaian pemberian makanan, hingga dugaan pelecehan seksual secara sistematis. Situasi ini turut memunculkan pertanyaan tentang pengawasan pemerintah dan instansi terkait.

Hak-hak dasar penghuni, yang seharusnya berupa perawatan, rehabilitasi, dan perlindungan, justru diduga diabaikan. Sebaliknya, mereka hidup dalam ketakutan dan penderitaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!