“Benar Mas, ODGJ di sini sering disiksa. Kalau masuk gemuk, sehat, lama-lama jadi kurus tinggal kulit. Makanannya nggak cukup, nggak bergizi,” ujarnya.
Sumber lain bahkan mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum pengurus yayasan.
“Kalau ada ODGJ baru dan kelihatan cantik, biasanya Kepala Yayasan yang mendahului,” tutur seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat awak media memeriksa tujuh kamar pengurungan di bagian belakang bangunan, kondisi yang ditemukan sangat memprihatinkan. Ruangan sempit tanpa penerangan, bau pesing menyengat, serta suasana gelap pekat membuat tempat itu lebih menyerupai sel tahanan daripada ruang rehabilitasi.
Beberapa penghuni yang diduga mengalami depresi ternyata masih mampu menyampaikan kondisi mereka dengan jelas. Salah satunya, Lili Habibi bin Priyadi, warga Pringsewu, terlihat dengan wajah lebam dan bibir bengkak. Ia mengaku baru dipukul.












