Dalam dugaan praktik tersebut, nama YW yang disebut merupakan mantan aparat penegak hukum diduga memiliki peran penting dalam mengondisikan jalur distribusi di lapangan. YW disebut menjadi penghubung antara oknum internal, armada distribusi, hingga pihak SPBU yang diduga ikut bermain.
“YW diduga menjadi pengendali lapangan. Dia yang menghubungkan pihak-pihak terkait agar proses over tangki berjalan aman dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ungkap sumber lainnya.
Tak hanya itu, dugaan permainan BBM subsidi tersebut juga disebut diketahui oleh pihak internal di lingkungan distribusi Pertamina, mulai dari Wakil SBM, manager, hingga owner atau pemilik SPBU tertentu.
“Permainan sebesar ini diduga sulit berjalan kalau tidak ada yang mengetahui di internal maupun pihak SPBU,” ujar sumber.
Selain dugaan pengalihan BBM subsidi, terdapat pula indikasi GPS armada sengaja dimatikan atau dijammer agar pergerakan kendaraan tidak terpantau sistem monitoring.












