Apresiasi Tembak Mati Begal, CLPD Tantang Kapolda: Sikat Bandar Pesawaran dan Lampung Timur, atau Ada Oknum Dapat Jatah?

Apresiasi Tembak Mati Begal, CLPD Tantang Kapolda: Sikat Bandar Pesawaran dan Lampung Timur, atau Ada Oknum Dapat Jatah?
Septa Aditya Aslam, S.H., M.H., Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Kebijakan Hukum dan Dinamika Digital, sekaligus praktisi hukum. Dok. Ist

LAMPUNG — Tindakan tegas terukur aparat kepolisian yang menembak mati komplotan begal penembak polisi di Lampung memantik dukungan penuh. Keberanian petugas di lapangan yang tak segan merobohkan pelaku patut mendapat standing ovation. Namun, di balik letusan senjata pelumpuh itu, terselip sebuah tantangan besar yang menguji nyali dan integritas institusi Bhayangkara di wilayah tersebut.

“Tindakan tegas itu kami apresiasi penuh. Bagus itu ditembak mati kalau memang mereka melawan tugas. Jangan sampai ada lagi nyawa anggota kepolisian yang melayang sia-sia saat bertugas di lapangan. Kalau memang melawan secara terukur, habisi saja!” tegas Septa Aditya Aslam, S.H., M.H., Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Kebijakan Hukum dan Dinamika Digital, sekaligus praktisi hukum.

Meski mengacungi jempol nyali aparat di jalanan, Septa mengingatkan bahwa peluru hanya menghentikan satu pelaku, bukan ekosistem kejahatannya. Kepolisian, menurutnya, harus punya nyali ekstra untuk membedah anatomi penyebab para pelaku ini nekat merampas harta hingga nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!