Lampung Tengah — Merebaknya informasi mengenai Hantavirus di sejumlah daerah membuat masyarakat mulai waspada terhadap penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dr. Josi Harnos mengatakan, hingga saat ini langkah yang dilakukan masih sebatas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.
“Saat ini kami masih melakukan sosialisasi melalui media sosial terkait bahaya Hantavirus dan langkah pencegahannya,” ujar dr. Josi Harnos.
Hantavirus diketahui menyebar melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mengandung virus. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi partikel dari kotoran atau urine tikus yang mengering. Selain itu, virus juga bisa menular melalui kontak langsung dengan tikus atau benda yang terpapar cairan tubuh hewan tersebut.












