Septa merasa miris melihat anggota reserse di lapangan yang sudah kelelahan bertaruh nyawa memburu pelaku, sementara para dalang kejahatan tetap leluasa berbisnis.
Di ujung kritiknya, Septa melontarkan kecurigaan yang menantang integritas kepolisian daerah setempat. Ia mendesak pucuk pimpinan Polda Lampung untuk membongkar tuntas hulu kejahatan ini, dan memastikan tidak ada parasit di dalam institusinya.
“Polisi di lapangan sudah capek-capek memburu, tapi yang me-back up dan bandar-bandar besarnya dibiarkan. Saya meminta kepada Kapolda, berani tidak bongkar jaringan di Pesawaran dan Lampung Timur itu? Atau memang ada oknum yang dapat ‘jatah’ di situ, sehingga penegakan hukum hanya menyentuh hilirnya saja? Jangan sampai yang ditangkap hanya sebatas kroco atau penjahat kampungan, sementara hulunya dibiarkan. Penyebab struktural ini harus berani dihabisi!” pungkas Septa menantang. (Red)












