Apresiasi Tembak Mati Begal, CLPD Tantang Kapolda: Sikat Bandar Pesawaran dan Lampung Timur, atau Ada Oknum Dapat Jatah?

Apresiasi Tembak Mati Begal, CLPD Tantang Kapolda: Sikat Bandar Pesawaran dan Lampung Timur, atau Ada Oknum Dapat Jatah?
Septa Aditya Aslam, S.H., M.H., Peneliti Center for Legal Policy and Digital Dynamics (CLPD) / Pusat Kajian Kebijakan Hukum dan Dinamika Digital, sekaligus praktisi hukum. Dok. Ist

Ia membedah profil miris para pelaku kejahatan jalanan saat ini. “Coba cek penyebabnya, kenapa mereka menjadi pembegal? Apakah karena terjerat narkoba? Profil mereka ini jelas: sudah banyak yang tidak sekolah, hidup miskin tapi banyak gaya, lalu akal sehatnya makin hancur kena narkoba dan judi online. Makanya, polisi harus berani tangkap bandar narkobanya, berantas habis judi online-nya!” cecar Septa dengan nada kritis.

Secara spesifik, Septa menyoroti wilayah asal dan penangkapan para komplotan tersebut, yakni Pesawaran dan Lampung Timur. Ia melempar tantangan menohok yang mempertanyakan alasan aparat seolah kesulitan mengendus “ikan besar” di kedua wilayah tersebut.

“Berantas tuntas jaringan narkoba dan judi online yang ada di Pesawaran dan Lampung Timur! Masa kepolisian tidak tahu siapa bandarnya? Mereka itulah akar bakal munculnya begal-begal baru. Jangan penegakan hukum ini hanya sebatas tangkap case by case. Kalau cuma begitu, siklusnya berulang lagi: begal mati, tapi besoknya anggota kepolisian kita yang jadi korban tembak lagi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!