“Setiap kali ada pemasangan paku bumi, rumah kami bergetar. Ada dinding yang retak, ada yang plaponnya ikut bergerak,” ungkap salah satu warga yang hadir dalam RDP.
Tak hanya itu, aktivitas proyek juga menimbulkan debu tebal yang dianggap mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Lucken membenarkan bahwa keluhan tersebut juga telah disampaikan pada dua hearing sebelumnya.
“Memang ada sejumlah warga yang mengadu kepada kami. Mereka menyampaikan bahwa saat proses pembangunan, terutama saat pemasangan paku bumi, banyak rumah yang bergetar bahkan sampai retak. Ada juga keluhan soal debu yang mengganggu kesehatan,” jelasnya.
Untuk mendapatkan gambaran utuh, Komisi I meminta keterangan lengkap dari kepala kampung, camat, dan dinas terkait. Hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil berdasarkan data faktual, bukan sekadar laporan sepihak.
“Kami menggali informasi dari semua pihak, baik dari pemerintah kampung maupun pemerintah kecamatan. Semua masukan akan kami rangkum untuk menentukan tindak lanjut,” jelas Lucken.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD selalu membuka ruang dialog bagi masyarakat.












