“Generasi Aswaja sejati harus menjadi teladan. Santri Aswaja itu santun, menghormati guru, dan menyayangi sesama. Kalau benar-benar mengamalkan ajaran Aswaja, bullying tidak akan tumbuh di pesantren,” ujar Eko menutup wawancara.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum, KH. M. Mualim Ridwan, menyampaikan apresiasinya kepada LPA Lampung Tengah atas kesediaannya menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada LPA Lampung Tengah yang telah hadir memberi pencerahan kepada para santri. Sosialisasi ini sangat bermanfaat, terutama dalam membentuk karakter santri yang berakhlak dan paham hukum,” ujarnya.
Ia menambahkan, pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa seluruh santri tumbuh dalam lingkungan yang damai, saling menghargai, dan berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Kegiatan sosialisasi “Generasi Aswaja, Anti-Bullying dan Anti-Perundungan” tersebut berlangsung hangat dan interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti paparan serta berdiskusi langsung tentang cara mencegah dan melaporkan tindakan perundungan di lingkungan mereka. (Edi)












