Lampung Tengah — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Lampung Tengah, Nuliana, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dua agenda utama, yakni pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dua hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berdaya, dan bebas dari kekerasan.
Menurut Nuliana, pemberdayaan perempuan tidak hanya soal meningkatkan peran ekonomi, tetapi juga tentang memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, pengambilan keputusan, serta kehidupan sosial dan politik.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, ketika mereka diberdayakan, maka kesejahteraan keluarga dan daerah juga meningkat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/10/2025).
Ia menjelaskan, Dinas P3A terus mendorong berbagai program pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi perempuan, terutama bagi perempuan kepala keluarga (PEKKA) dan kelompok rentan ekonomi. Melalui program ini, diharapkan mereka dapat mandiri secara finansial dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Kemandirian ekonomi perempuan adalah kunci utama pemberdayaan. Dengan keterampilan dan akses modal, mereka bisa membuka usaha sendiri dan berkontribusi bagi perekonomian lokal,” jelasnya.










