Jadi Pembina Upacara di SDN 3 Tanjung Ratu, Victorius Beni Wibisono Soroti Sekolah Nyaris Roboh

Jadi Pembina Upacara di SDN 3 Tanjung Ratu, Victorius Beni Wibisono Soroti Sekolah Nyaris Roboh

Dwi Puspa juga menyinggung kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak. Ia menyebut SDN 3 Tanjung Ratu terakhir kali mendapatkan bantuan renovasi pada tahun 2007–2008, dan sejak itu belum ada perbaikan berarti.

“Saya berharap semasa kepemimpinan saya, sekolah ini bisa mendapat rehabilitasi bangunan. Karena terus terang saja, beberapa ruang kelas sudah mengkhawatirkan. Anak-anak pun belajar dengan rasa was-was takut ada bagian bangunan yang roboh,” jelasnya.

Dengan jumlah siswa sebanyak 422 orang, sekolah ini bahkan harus menerapkan sistem dua shift akibat keterbatasan ruang belajar.

“Kami masih kekurangan RKB (Ruang Kelas Baru). Jadi ruang perpustakaan dan musala terpaksa dipakai untuk kegiatan belajar. Kelas dua dan sebagian kelas empat belajar siang karena ruang tidak cukup,” ungkapnya.

Meski demikian, semangat para guru dan siswa tidak surut. SDN 3 Tanjung Ratu terus mencatatkan prestasi di berbagai ajang lomba, seperti pidato Bahasa Lampung, kaligrafi aksara Lampung, estafet balok, serta puisi Riget yang berhasil membawa pulang tiga piala sekaligus.

“Yang pasti harapan saya sederhana, anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa takut, dan sekolah ini mendapat perhatian untuk pembangunan ruang kelas baru,” pungkas Dwi Puspa. (Edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!