Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara terpadu antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Anak-anak menghabiskan waktu di sekolah, tapi nilai-nilai moral ditanamkan sejak di rumah. Karena itu kami berharap semua pihak ikut bergerak – guru, orang tua, tokoh masyarakat – agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin ke sekolah-sekolah lain di seluruh kecamatan di Lampung Tengah.
“Kami ingin hadir bukan hanya ketika ada masalah, tapi sebelum masalah itu muncul. Ini adalah langkah preventif agar generasi muda Lampung Tengah bisa tumbuh dengan karakter kuat dan terhindar dari pelanggaran hukum,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh 811 peserta, terdiri dari siswa kelas X dan XI, guru BK, serta para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai cara mencegah bullying di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Seputih Raman, Haryono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi oleh LPA Lampung Tengah.












