Sr menambahkan, beberapa orang dengan inisial Sn, Ag, dan Ks juga turut membeli bahan batik dari dirinya. Salah satunya disebut memiliki usaha konveksi yang juga mengambil barang dari Sr dengan alasan harga yang lebih bersaing.
“(Sn) dan (Ag) juga ngambil di saya. (Ks) yang punya konveksi pun sama, karena harga saya lebih murah,” tambahnya.
12 Ribu Siswa Diduga Terlibat dalam Pembelian
Lebih lanjut, Sr mengakui telah menyalurkan bahan seragam batik ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Lampung Tengah. Menurut data yang diterimanya, total ada sekitar 12.000 siswa SD yang memesan bahan batik tersebut.
“Kalau tidak salah, data yang saya dapat ada sekitar 12 ribu siswa yang pesan bahan batik untuk sekolah dasar, dengan harga Rp50 ribu per meter,” tutup Sr.
Kontradiksi dengan Pernyataan Kepala Sekolah
Pengakuan Sr justru berbeda dengan keterangan beberapa kepala sekolah yang sebelumnya menyebut adanya tekanan dari pihak luar agar membeli bahan seragam dari satu pemasok tertentu. Beberapa kepala sekolah bahkan mengaku sempat dihubungi oleh orang-orang yang mengaku dekat dengan pejabat daerah, agar mau membeli bahan batik dari pihak tertentu.












