Sembari menunggu hasil investigasi, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya telah memerintahkan agar dapur penyedia MBG tersebut dihentikan sementara. “Bupati langsung memerintahkan agar dapur itu tidak beroperasi dulu sampai hasil pemeriksaan keluar. Ini untuk mencegah hal serupa terjadi lagi,” tegas Josi.
Dinas Kesehatan juga menyiapkan langkah mitigasi yang lebih ketat dalam pelaksanaan program MBG di masa mendatang. Setiap penjamah makanan diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes TBC, hepatitis, dan HIV, serta mengikuti pelatihan higienitas dan sanitasi yang difasilitasi oleh tim kesehatan lingkungan. “Tujuannya agar SDM-nya sehat dan paham bagaimana mengolah makanan dengan aman,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan akan membentuk posko pengaduan cepat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, agar laporan dari sekolah dapat langsung diteruskan ke puskesmas terdekat jika terjadi kejadian serupa. “Setiap kepala sekolah nanti akan diberi kontak puskesmas wilayahnya agar pelaporan bisa segera ditangani,” kata Josi.












