Ia menambahkan, kasus dugaan keracunan massal ini harus dijadikan pelajaran penting bagi seluruh dapur MBG di Lampung Utara maupun daerah lain. Menurutnya, standar kebersihan dan kualitas gizi perlu benar-benar dipatuhi demi menjamin keamanan konsumsi siswa.
“Ini harus jadi peringatan keras. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di sekolah-sekolah. Anak-anak adalah penerima manfaat utama, mereka mestinya dijamin aman ketika menyantap makanan bergizi dari program ini,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa SMAN 4 Kotabumi mendadak mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG yang disajikan di sekolah. Situasi darurat itu membuat pihak sekolah segera melarikan para siswa ke dua rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.












