Kunjungan ke India Disorot, DPRD, Bupati, dan Dinas Pertanian 50 Kota Memilih Bungkam: Ada Apa?

Kunjungan ke India Disorot, DPRD, Bupati, dan Dinas Pertanian 50 Kota Memilih Bungkam: Ada Apa?

Lima Puluh Kota – Harapan besar ribuan petani gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota kini terganjal tembok kebisuan. Kunjungan kerja Kepala Dinas Pertanian ke India beberapa waktu lalu, yang digadang-gadang membawa angin segar dan solusi bagi permasalahan komoditas unggulan daerah, justru menyisakan tanda tanya besar. Hingga saat ini, hampir seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari DPRD, Bupati, Sekretaris Daerah, hingga Dinas Pertanian itu sendiri, memilih bungkam terkait hasil dan tindak lanjut dari perjalanan penting tersebut.

Gambir, sebagai komoditas perkebunan strategis dan tulang punggung ekonomi ribuan keluarga di Kabupaten Lima Puluh Kota, telah lama menghadapi tantangan berat. Fluktuasi harga yang kerap merugikan petani, minimnya inovasi pengolahan, serta terbatasnya akses pasar yang menguntungkan menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, inisiatif kunjungan ke India, sebuah negara yang dikenal sebagai pasar potensial dan produsen olahan gambir, disambut dengan ekspektasi tinggi oleh masyarakat.

Namun, pasca-kunjungan yang tentu saja menghabiskan biaya tidak sedikit dari anggaran daerah, informasi yang seharusnya menjadi hak publik justru tertutup rapat. Upaya media dan masyarakat untuk mendapatkan kejelasan mengenai perjalanan tersebut belum membuahkan hasil. Pertanyaan-pertanyaan krusial, seperti rincian anggaran yang dihabiskan, daftar delegasi yang turut serta, serta evaluasi konkret atas efektivitas kunjungan dalam mengidentifikasi solusi bagi petani, masih menggantung tanpa jawaban resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!