Saat menyampaikan keterangan pers pagi tadi, Kepala BP TASKIN didampingi oleh Wakil Kepala BP TASKIN Nanik S. Deyang dan Iwan Sumule. Sedangkan APDESI diwakili langsung oleh Ketua APDESI Surtawijaya, Sekjen APDESI Sumali, serta beberapa jajaran pengurus lainnya.
“Pengentasan kemiskinan akan melampaui program bantuan sosial sederhana menuju pemberdayaan melalui penciptaan lapangan kerja dan pembentukan ekosistem bisnis bagi masyarakat miskin. Visinya meliputi inisiatif yang berfokus pada makanan bergizi gratis, digitalisasi, dan perumahan terjangkau,” ujarnya.
Menurut Budiman, peran penting Dana Desa dalam mempercepat pengurangan kemiskinan menganjurkan alokasi strategis melalui musyawarah desa sesuai dengan arahan Perpres No. 163 Tahun 2024. “BP TASKIN menekankan pentingnya langkah proaktif untuk mengurangi potensi faktor-faktor penyebab kemiskinan baru yang muncul akibat disrupsi teknologi. Kami berencana untuk melibatkan para kepala desa di seluruh Indonesia dalam mengidentifikasi dan mengatasi tantangan tersebut. Kerjasama dengan APDESI diharapkan akan memperkuat implementasi program-program BP TASKIN di tingkat desa,” ujarnya.










