Kita sangat memahami bagaimana pemerintah didorong harus cakap dalam mengelola APBD dengan postur yang ada sehingga semua aspek bisa berjalan baik itu Insfrastruktur, kesehatan, pendidikan, sosial, pemerintahan dll bahkan sebanyak 3 ribu sekian guru PPPK yang dibebankan ke pemerintah daerah untuk membayarnya. Dan ini tidak hanya terjadi di Lampung Tengah saja, Tapi didaerah lain juga merasakan dampak Covid-19 dan PMK 212 ini.
Perlu diketahui, 3 sekian tahun diera kepemimpinan musa tidak ada yang namanya para pamong, tunjangan pegawai, pengerjaan proyek begitu juga dengan hal lainnya, tidak ada yang namanya tidak terbayar. Mungkin kita melihat diderah lain, ada yang tertunda pembayarannya. Lampung Tengah masih bisa menepuk dada diantara daerah lainnya.
“Harus kita akui fi masa kepemimpinan Bupati Musa Ahmad telah banyak melalukan berbagai terobosan ditengah masa sulit yang dihadapi, namun sejumlah Prestasi berhasil ditorehkan Musa Ahmad selama menjadi Bupati Lampung Tengah,” terangnya.
Selain itu di tahun 2024 ini, bidang pendidikan, Bupati Musa Ahmad telah memberikan bantuan seragam gratis diperuntukkan bagi siswa baru SD dan SMP sebanyak 5 ribu stell diberikan, Hal ini sebagai salah satu bentuk perhatian Bupati Musa terhadap generasi penerus bangsa, ditambah sedang dibangunnya Universitas Lampung, yang terletak di Terbanggi Besar tepatnya di area terminal Bettan s
Subing.
Belum lagi penuntasan Islamic Centre, Sehingga tahun 2025 dapat digunakan bagi para jamaah haji khususnya di Lamteng, Pembangunan Puskesmas pembantu 11 unit, untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan sampai ke kampung-kampung.
Saat ini Kabupaten Lampung tengah telah meraih predikat UHC (Universal Health Coverage), dimana setiap masyarakat mendapatkan pelayanan gratis di Puskes dan RSUD Demang Sepulau Raya.
“Saya harap dengan sekelumit penjelasan saya ini Tuanku Amir Faisal Sanjaya dapat mengerti,” celetuk aktivis HMI yang biasa disapa Kiay Rosyim ini. (Tim)












