Lampung Tengah – Tensi Politik masa kampanye dua Paslon di Pilkada Lamlung Tengah, mulai memanas beberapa hari terakhir. Usai dua kubu pendukung kedua paslon saling membalas serangan, baik di media daring maupun di media sosial.
Hal itu berawal dari tanggapan pengamat pemerintahan dan politik, Rosyim Nyerupa yang menyebut Cabup 02, Ardito Wijaya tidak paham aturan Pemerintahan dan janji ke masyarakat untuk mengembalikan insentif kepada Babinsa, Babinkamtibmas, guru honorer, dan marbot masjid tidak realistis.
Sementara kubu tim 02, melalui Amir Faisal Sanjaya membalas pernyataan Rosyim tersebut dimasa kepemimpinan Bupati Musa Ahmad, pemberian inentif yang dimasud justru berhenti.
Menanggapi hal itu Rosyim kembali memberikan reaksi pemahaman kepada kubu 02, khususnya untuk Amir Faisal Sanjaya. Dimana menurut Rosyim kubu 02 tidak memahami mengapa insentif itu di era Bupati Musa Ahmad dan Wakilnya Ardito Wijaya dihentikan?.
“Tentunya Ardito Wijaya paham dan mengetahui apa alasan Bupati Musa Ahmad tidak lagi menggulirkan insentif itu, karena Ardito Wijaya saat itu menjabat sebagai Wabup,” tegas Rosyim, Kamis malam (03/10).
Saya yakin lanjut Rosyim, bahwa Ardito sebagai Wabup pada saat itu sangat memahami kondisi 3 tahun silam itu. Artinya kalau beliau menjadikan pembayaran insentif itu sebagai program unggulan saat kampanye, perlu kita pertanyakan memori ingatan seorang Ardito Wijaya.













