“Jangan pernah malu memiliki anak berkebutuhan khusus. Setiap anak adalah titipan Tuhan dengan keistimewaannya masing-masing. Tugas kita bukan membandingkan mereka dengan siapa pun, tetapi memastikan mereka tumbuh dengan cinta, dihargai, dan diberi kesempatan untuk menggapai cita-citanya,” tuturnya.
Menutup kunjungannya, drg. Yuniar berharap kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus tidak hanya hadir saat peringatan Hari Anak Nasional, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan yang inklusif.
“Ketika kita berhenti memberi stigma dan mulai memberi kesempatan, saat itulah kita sedang membangun Indonesia yang lebih ramah, lebih inklusif, dan lebih manusiawi bagi setiap anak,” pungkasnya. (Red)










