“Hari ini saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kesempurnaan. Anak-anak ini mengajarkan kita tentang ketulusan, semangat, dan rasa syukur. Mereka adalah anak-anak hebat yang hanya membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar drg. Yuniar.
Ia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, yang mereka perlukan bukan belas kasihan, melainkan dukungan nyata agar dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Jangan melihat keterbatasannya, tetapi lihatlah potensinya. Mereka bukan anak yang harus dikasihani, melainkan anak-anak istimewa yang mampu menginspirasi banyak orang. Yang mereka butuhkan hanyalah ruang untuk tumbuh dan dukungan dari kita semua,” katanya.
Kepada para orang tua, drg. Yuniar juga berpesan agar terus mendampingi putra-putrinya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri dan semangat anak untuk meraih cita-cita.










