“Kami ingin para peserta didik baru memahami sejak dini bahwa perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, memiliki dampak yang sangat serius terhadap korban. Karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan berani melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, kegiatan edukasi ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian, empati, serta membangun karakter siswa agar mampu menciptakan budaya sekolah yang positif dan bebas dari kekerasan.
Dalam kesempatan tersebut, Eko didampingi Kepala SMP Negeri 2 Bandar Surabaya, I Gusti Ayu Titik Hernawati, yang menyampaikan apresiasi kepada LPA Kabupaten Lampung Tengah atas materi yang diberikan kepada para peserta didik baru.











