“Jadi mereka datang karena memang sudah dikabari untuk antre. Rupanya pas pagi minyaknya belum ada. Baru siang datang 8 ton, lalu SPBU dibuka,” katanya.
Ia juga membantah anggapan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi massa besar. Menurutnya, para sopir datang untuk memastikan ketersediaan solar setelah sebelumnya mendapat informasi bahwa pengisian akan dibuka.
Setelah pasokan solar sebanyak 8 ton tiba pada Sabtu siang, layanan pengisian di SPBU Bumi Kencana kemudian dibuka kembali untuk para sopir dan masyarakat yang telah menunggu.












