Ia juga mengaku mengikuti perjalanan kepemimpinan Mustafa sejak masih duduk di bangku sekolah hingga kuliah.
“Waktu Bang Mustafa menjabat Wakil Bupati, saya masih SMA. Saat beliau menjadi Bupati, saya masih kuliah. Saya melihat beliau banyak turun ke masyarakat, bahkan program ronda menjadi salah satu program unggulan saat itu. Banyak hal yang bisa dipelajari dari gaya kepemimpinan beliau,” ujarnya.
Dalam rekam jejak pemerintahan, Mustafa memimpin Lampung Tengah pada periode 2016–2018 setelah sebelumnya menjabat Wakil Bupati periode 2010–2015. Ia dikenal aktif membangun komunikasi politik serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
Pada awal kepemimpinannya, Mustafa menitikberatkan pembangunan pada tiga sektor utama, yakni keamanan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, seperti penguatan ronda dan poskamling di kampung-kampung, peningkatan profesionalitas Satpol PP, hingga pembenahan pelayanan kesehatan masyarakat.
Di sektor ekonomi, Mustafa juga mendorong pengembangan potensi lokal melalui program minapolitan berbasis perikanan rakyat. Pada 2017, produksi ikan air tawar Lampung Tengah tercatat mencapai puluhan ribu ton dan melibatkan ribuan kepala keluarga.












