Ia berharap seluruh elemen masyarakat, baik yang memulai puasa pada 18 Februari maupun 19 Februari, tetap menjaga kondusivitas dan saling menghormati pilihan masing-masing.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah, bulan persaudaraan. Jangan karena perbedaan satu hari, kita menjadi renggang. Justru ini menjadi bukti bahwa Islam mengajarkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan,” pungkasnya.
Muhammadiyah Lampung Tengah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta mempererat silaturahmi antarumat beragama dan antarorganisasi keagamaan.
Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, diharapkan pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 H di Lampung Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan. (Edi)












