Menurutnya, ketersediaan air bersih selama ini menjadi persoalan serius yang berdampak pada aktivitas harian warga, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kesehatan lingkungan. Kehadiran tiga sumur bor tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang tidak menentu.
Selain sebagai pembangunan fisik, proyek ini juga mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan tiyuh. Pemerintah tiyuh melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, ketua RT, hingga perwakilan warga dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan.
Peresmian dan Serah Terima Disambut Antusias Warga
Setelah rampung, pembangunan sumur bor tersebut diresmikan melalui acara sederhana yang berlangsung khidmat. Kegiatan peresmian dihadiri langsung oleh Kepala Tiyuh Margo Dadi, para Kepala Suku, Ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima sebagai simbol penyerahan fasilitas sumur bor dari pemerintah tiyuh kepada masyarakat. Prosesi tersebut menjadi momen penting yang menandai bahwa fasilitas air bersih tersebut resmi dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Antusiasme warga tampak jelas saat peresmian berlangsung. Banyak warga mengaku lega dan bersyukur karena selama ini harus menghadapi kesulitan air bersih setiap kali musim kemarau tiba.










