Lampung Tengah — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Tengah, Edi Supena, melaksanakan breafing bersama para operator bentor, pengemudi mobil pengangkut sampah, serta petugas mobil penyiram taman, Senin (8/12/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di halaman Kantor DLH setempat sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan armada dan personel pada tahun 2026 mendatang.
Dalam arahannya, Edi Supena menekankan bahwa kondisi armada menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas pelayanan publik, terutama untuk wilayah-wilayah yang memiliki produksi sampah tinggi.
“Hari ini kita melakukan breafing bersama 21 unit operator bentor baik dari RHT maupun UPTD Kebersihan, serta supir mobil pengangkut sampah dan mobil penyiram taman,” jelas Edi.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kumpul rutin, tetapi momentum evaluasi dan pengecekan legalitas aset daerah agar tidak terjadi data ganda maupun aset yang tidak tercatat.
“Saya kumpulkan seluruh operator dan armada ini untuk memastikan kondisi kendaraan tetap layak pakai, sekaligus memastikan bahwa armada-armada tersebut benar-benar tercatat dalam aset Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Jangan sampai aset beroperasi tetapi belum tercatat secara resmi,” ungkapnya.
Memasuki tahun anggaran 2026, DLH Lampung Tengah dihadapkan pada tantangan keterbatasan fiskal daerah. Namun demikian, Edi memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dengan sistem kerja yang lebih efisien.
“Kita tahu APBD tahun depan sangat terbatas, termasuk yang dialokasikan ke DLH. Tetapi pelayanan publik harus tetap berjalan, terutama soal kebersihan kota. Kita tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan hanya karena keterbatasan dana,” ujarnya.










