Selain itu, Edi menyebut penataan ruang publik di Gunung Sugih selaras dengan berbagai kegiatan rutin masyarakat seperti Car Free Day, bazar UMKM, olahraga warga, hingga hiburan rakyat setiap akhir pekan. Kondisi kota yang tertata baik akan menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Edi juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan. “Keberhasilan penataan kota tidak lepas dari dukungan warga. Kami berharap masyarakat ikut menjaga agar Gunung Sugih tetap asri dan nyaman sebagai pusat ibu kota kabupaten.” ujarnya.
Ia memastikan bahwa visi pembangunan Bupati Ardito Wijaya tidak hanya berfokus pada proyek besar, tetapi juga pada penataan ruang publik hingga tingkat lingkungan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.












