“Dalam tradisi NU, budaya pecat-memecat itu kurang elok dan tidak sesuai adab organisasi. NU itu musyawarah, tabayyun, dan persaudaraan. Kami berharap semua pihak menahan diri dan meredakan suasana demi keutuhan PBNU,” tegasnya.
Senada dengan itu, pimpinan Ponpes Darussaadah Gus Hisyamudin menegaskan bahwa pesantren siap memfasilitasi pertemuan sekaligus membuka pintu lebar bagi upaya penyelesaian konflik.












