“Ini kan istri bupati, dia juga Ketua TP-PKK, Bunda PAUD, Ketua Dekranasda, dan Ketua Posyandu. Kegiatannya sudah sangat padat, masak masih maruk mau jabatan sekretaris juga,” tegasnya.
Ibrahim menambahkan, semestinya pemerintah daerah bersikap lebih bijak dan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sekadar berdasarkan keinginan pribadi.
“Pemerintah harus melihat dari kacamata yang sehat, bukan dari nafsu. Sebab Lampung Tengah ini milik rakyat, bukan milik perorangan,” pungkasnya.











