Pejabat itu membenarkan bahwa dirinya memang menghadiri acara pelantikan bupati serentak yang digelar di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Namun, ia menegaskan tidak pernah menerima dana perjalanan dinas sebagaimana tercantum dalam bukti transfer.
“Saya memang hadir, tapi yang itu saya memang tidak menerima,” tambahnya.
Lebih lanjut, pejabat tersebut menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi apabila dibutuhkan oleh pihak berwenang.












