“Saya ingin mengubah paradigma masyarakat tentang Satpol PP. Selama ini, Satpol PP seringkali dianggap sebagai sosok yang menakutkan dan arogan. Saya ingin mengubah citra itu menjadi Satpol PP yang humanis, ramah, dan dekat dengan masyarakat. Kami akan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menegakkan peraturan daerah. Namun, kami juga tidak akan ragu untuk bertindak tegas terhadap pelanggar yang meresahkan masyarakat,” tegas Dewi Centong.
Selain itu, Dewi Nofita juga berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme anggota Satpol PP melalui pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan. Beliau ingin agar seluruh anggota Satpol PP memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya, serta menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai seorang abdi negara.
Walikota Payakumbuh, Zulmaita dalam sambutannya, menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme bagi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.
Zulmaeta mengatakan, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh pengabdian.
Ia menegaskan setiap pejabat harus memegang teguh nilai yang ia sebut sebagai “Trilogi Zuzema”: Kejujuran, Loyalitas, dan Profesionalisme. Jabatan yang diemban hari ini bukan hadiah, melainkan kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat. Pegang teguh Trilogi Zuzema.
Menurutnya, kejujuran menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas publik. Ia mengingatkan para pejabat agar menjauhkan diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.











