Lobi-Lobi Hanya Kedok?
Lemahnya koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan kementerian terkait menjadi biang keladi masalah ini. Upaya lobi-lobi yang dilakukan pejabat daerah diduga hanya forмаlitas belaka, tanpa dampak nyata di lapangan.
“Setelah acara seremonial selesai, tidak ada perubahan. Seolah-olah lobi itu hanya untuk menyenangkan Bupati, bukan untuk menyelesaikan masalah masyarakat,” tegas Buya Donal
Padahal, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul sudah menerima audiensi Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis, 11 September 2025.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk segera merealisasikan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan. “Pak Presiden Prabowo menggagas Sekolah Rakyat ini memang dikhususkan untuk keluarga yang tidak mampu. Beliau ingin semua anak Indonesia tetap bisa sekolah. Ini kan mulia sekali,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menekankan bahwa proses realisasi harus dimulai dari tahap rintisan terlebih dahulu. “Kalau ada gedung yang tidak terpakai, bisa dipakai dulu untuk sekolah rintisan. Terima 50 siswa saja dulu, nanti akan kita perjuangkan untuk yang permanen,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul kehadiran Sekolah Rakyat harus menjadi solusi nyata. “Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas untuk mewujudkan cita-cita mereka. Siapa yang ingin jadi guru, pengusaha, polisi, dokter, atau tentara, Sekolah Rakyat akan mengantarkan mereka,” tambahnya.












