Siska menegaskan, gerakan ini bukan bentuk pencitraan politik, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral anggota dewan terhadap lingkungan tempat mereka bekerja.
“Musala DPRD ini sudah lama butuh perbaikan. Lantai keramiknya banyak yang rusak, sementara anggaran perawatan tidak tersedia karena efisiensi. Ini murni inisiatif kemanusiaan dan ibadah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan gotong royong tersebut menjadi kenangan baik bagi seluruh anggota DPRD Limapuluh Kota.












