2. Memperkuat verifikasi dokumen pertanggungjawaban agar tidak ada selisih atau laporan fiktif.
3. Melakukan pengawasan ketat agar kelemahan tahun sebelumnya tidak terulang.
—
Apakah WTP Hanya Predikat?
Meski Lampung Tengah berulang kali meraih WTP, publik mulai mempertanyakan: apakah predikat ini sekadar simbol administratif, sementara praktik keuangan di lapangan masih menyisakan masalah?
“WTP itu penting, tapi lebih penting lagi memastikan uang rakyat benar-benar dipakai untuk masyarakat. Jangan hanya bagus di atas kertas, tapi di lapangan banyak penyimpangan,” kata salah satu aktivis antikorupsi di Lampung.
—
Kesimpulan
Lampung Tengah boleh saja bangga atas capaian WTP berturut-turut. Tetapi fakta bahwa Rp464 juta honorarium sempat tak cair menjadi sinyal bahaya. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan soal akuntabilitas dan integritas pengelolaan dana publik.
Pertanyaan yang menggantung kini jelas: apakah Pemkab Lampung Tengah akan menjadikan catatan BPK sebagai peringatan keras, atau sekadar formalitas yang terulang setiap tahun?












