Edi Supena mengakui, terkait penanganan sampah perlu tenaga ekstra. Sebab, kesadaran masyarakat memang masih kurang terkait sampah.
“Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan Kepala Kampung dan Kelurahan untuk sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan,” terang Edi.
Untuk mengurai volume sampah, DLH Lampung Tengah telah memerintahkan jajaran agar fokus dalam penanganan sampah, sebab jika dibiarkan berhari – hari maka sampah dapat menumpuk.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan pak Kabid agar sampah sampah yang ada dijalur lintas Sumatera agar dilakukan pengangkutan 3 kali dalam sehari yaitu pagi hari, siang hari dan sore hari,” terangnya.
Dengan begitu maka penguraian sampah dapat teratasi. Sehingga sampah tidak menumpuk. Meski pun masih ada kendala terkait Armada yang dinilai masih kurang dan pembaruan alat berat yang memang sudah tua, tapi akan kita lakukan dengan maksimal meski masih banyak kendala.
“Seperti yang kita ketahui saat ini, dalam 1 hari Sampah yang berlabuh di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kurang lebih 50 ton dalam sehari sedangkan TPA Sampah di Lamteng sudah tidak memadai. Untuk itu saat akan berkoordinasi dengan Menteri lingkungan hidup agar menambah lahan untuk TPA,” jelas Edi.
DLH menargetkan nantinya sampah sampah yang ada dapat dapat ditangani dengan baik. Sehingga wajah Lampung Tengah lebih indah. Selain itu peran masyarakat akan sangat membantu dalam penanganan sampah.












