Setelah Sekda Ditahan, Siapa Sekda Lampung Tengah Selanjutnya?

Setelah Sekda Ditahan, Siapa Sekda Lampung Tengah Selanjutnya?
“Siapa Sekda Lampung Tengah Selanjutnya?”

Bukan berarti seorang Sekda harus menyenangkan semua pihak.

Namun, seorang Sekda harus mampu berkomunikasi dengan semua pihak, menjaga profesionalitas birokrasi, memahami kepentingan daerah, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.

Sebab dalam kondisi pemerintahan yang sedang membutuhkan konsolidasi, Lampung Tengah tidak membutuhkan kembali pertarungan pusat-pusat kekuasaan.

Yang dibutuhkan adalah kepastian arah.

Birokrasi membutuhkan komando yang jelas.

OPD membutuhkan koordinasi yang efektif.

Legislatif membutuhkan mitra kerja yang komunikatif.

Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir dan bekerja.

Dan daerah membutuhkan sosok yang memahami bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi strategis, melainkan amanah untuk memastikan pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

Setelah Dua Matahari, Jangan Sampai Lampung Tengah Kehilangan Cahaya

Lampung Tengah sudah melewati fase yang tidak sederhana.

Dinamika politik, persoalan hukum, pergantian kepemimpinan, hingga penahanan Sekda merupakan rangkaian peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi stabilitas birokrasi.

Tetapi pemerintahan tidak boleh berhenti hanya karena elite sedang menghadapi persoalan.

Masyarakat tetap membutuhkan jalan.

Anak-anak tetap membutuhkan sekolah.

Pasien tetap membutuhkan layanan kesehatan.

Petani tetap membutuhkan pemerintah.

Pedagang tetap membutuhkan kepastian.

Dan APBD tetap harus bekerja.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu membutuhkan pemerintah yang sibuk menjelaskan siapa yang berkuasa.

Masyarakat membutuhkan pemerintah yang bekerja.

Maka setelah istilah “dua matahari” berlalu dan kursi Sekda memasuki babak baru, publik patut menunggu satu hal:

apakah Lampung Tengah akan kembali menemukan arah pemerintahannya?

Atau roda birokrasi masih akan berputar di tempat?

Sebab persoalan Lampung Tengah hari ini bukan semata-mata siapa yang menjadi Sekda berikutnya.

Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah:

Mampukah Sekda berikutnya menghidupkan kembali mesin pemerintahan Lampung Tengah yang selama ini dinilai publik berjalan lamban?

Jawabannya akan terlihat bukan dari pidato.

Bukan dari seremoni.

Tetapi dari kecepatan anggaran bergerak, pembangunan berjalan, pelayanan membaik, dan masyarakat mulai merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!