Menurutnya, Kabupaten Lampung Timur saat ini tengah mengalami transformasi ekonomi dari sektor primer menuju sektor sekunder dan tersier. Perubahan tersebut membutuhkan peta ekonomi yang jelas agar daerah mampu meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh terkait jumlah dan sebaran usaha, kondisi tenaga kerja, distribusi kegiatan ekonomi di setiap kecamatan, hingga potensi dan kendala UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM, menarik investasi sesuai potensi lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
Bupati Ela menekankan, tanpa data yang valid, arah pembangunan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, hasil sensus diharapkan menjadi peta objektif untuk melihat kekuatan maupun tantangan ekonomi daerah.
“Kita akan mengetahui sektor mana yang perlu didorong, mana yang membutuhkan intervensi, dan di mana peluang investasi berada. Ini menjadi kompas pembangunan Lampung Timur untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.






