Menariknya, di balik ketegasannya, Alfa Dera memiliki sisi pembinaan yang kuat. Ia dikenal sebagai “abang asuh” bagi sejumlah mantan narapidana kasus peretasan (hacker). Mereka dirangkul dan dibimbing untuk memanfaatkan kemampuan digital ke arah positif, termasuk mendorong pengembangan usaha berbasis teknologi.
“Penegakan hukum bukan hanya soal menghukum, tetapi juga membina,” menjadi prinsip yang kerap ia pegang dalam menjalankan tugas.
Namun demikian, sikap humanis tersebut tidak mengurangi ketegasannya terhadap pelaku kejahatan, khususnya tindak pidana korupsi dan penipuan. Dera dikenal memiliki insting intelijen yang tajam dalam memburu buronan.
Pengalamannya saat bertugas di Kejari Depok dan tergabung dalam Tim Satgas 53 membuktikan hal itu. Ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus besar, termasuk jaringan jaksa gadungan lintas daerah yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.












