Jalan tersebut juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian serta sebagai akses menuju Pasar Bekri, yang setiap hari dilalui warga, terutama para ibu-ibu yang berbelanja menggunakan sepeda motor.
Salah satu warga sekaligus penggerak kegiatan swadaya tersebut, Mimin, mengatakan bahwa kegiatan perbaikan jalan ini dilakukan karena warga sudah lama menunggu perhatian dari pemerintah, namun hingga kini belum juga terealisasi.
“Jalan ini sudah lebih dari 20 tahun rusak dan belum pernah diperbaiki. Jadi warga berinisiatif memperbaikinya secara swadaya supaya bisa dilalui kendaraan dengan lebih aman,” ujar Mimin saat diwawancarai.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh biaya pembelian material berasal dari hasil iuran dan donasi masyarakat setempat.












