“Kami berharap terjalin kerja sama yang sinergis di berbagai sektor—pertanian, budaya, pemerintahan, hingga perdagangan—demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menambahkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi. Ia menjelaskan bahwa Jawa Tengah dan Lampung telah menandatangani MoU kerja sama, termasuk di sektor pariwisata, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp830 miliar.
“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Mereka bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,” ujarnya.
Selain silaturahmi, Gubernur Ahmad Luthfi juga menggelar dialog bersama warga Desa Bagelen untuk mendengarkan aspirasi dan masukan terkait pembangunan serta pelestarian sejarah transmigrasi.
Mengakhiri kunjungan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung yang juga berada di Desa Bagelen, untuk melihat langsung koleksi sejarah, arsip, foto, dan diorama perjalanan transmigrasi di Indonesia. (Dr)












