Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi dengan Keluarga Transmigran di Desa Bagelen, Menapaki Jejak Sejarah Kolonisasi

Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi dengan Keluarga Transmigran di Desa Bagelen, Menapaki Jejak Sejarah Kolonisasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran menghadiri silaturahmi dengan keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026).

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga kekeluargaan dan berbaur dengan baik,” tambahnya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian seni dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyampaikan rencana menginstruksikan Bank Jateng agar memberikan hibah berupa seperangkat gamelan untuk Desa Bagelen sebagai upaya menjaga budaya Jawa.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Jawa Tengah dan rombongan. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bagelen yang dinilai berhasil merawat sejarah transmigrasi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.

Bupati Nanda juga mengulas sejarah Desa Bagelen yang bermula pada tahun 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan masyarakat Bagelen, Jawa Tengah, ke wilayah Lampung melalui program kolonisasi. Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, dan menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang hingga kini masih melekat kuat.

Ia berharap kunjungan ini semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dengan Kabupaten Pesawaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!