Pedagang Protes Pembubaran Pasar Simpang Agung: Diduga Sepihak, 30 Lapak Digusur

Pedagang Protes Pembubaran Pasar Simpang Agung: Diduga Sepihak, 30 Lapak Digusur
Caption: Warga dan pedagang Pasar Simpang Agung berkumpul memprotes rencana pembongkaran kios yang dianggap sepihak.

“Yang digusur sekitar 30-an. Pokoknya di pinggir-pinggir jalan itu,” tuturnya.

Selain tidak dilibatkan, pedagang merasa kecewa karena selama ini mereka membayar kewajiban kepada pengelola pasar.

“Bayar, bayar terus dong. Ada sewa tahunan, uang kebersihan, uang keamanan juga ada. Makanya kita sakit hati. Kontrak kami itu harusnya habis bulan 4 tahun depan,” jelasnya.

Warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa upaya mereka meminta penjelasan tidak mendapat respon memadai.

“Kemarin kami udah komunikasi sama Pak Lurah. Tapi sekarang dicariin nggak ada katanya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa alat berat rencananya sudah akan diturunkan hari ini, namun urung datang karena para pedagang melakukan protes meski tidak berbarengan, sebab surat edaran pembongkaran diberikan tidak serentak.

“Katanya hari ini alat berat mau datang. Tapi nggak datang soalnya kita protesnya nggak bareng-bareng, karena surat edaran itu dikasihnya juga nggak bareng,” kata warga itu.

Warga menuntut agar rencana pembangunan koperasi dibatalkan, terutama jika justru mengancam mata pencaharian pedagang kecil.

“Harapannya sih nggak usah ada bangunan koperasi-koperasi itulah. Kalau memang mau diperbaiki, ya perbaiki tempat jualan kami saja. Jangan sampai bangunan baru itu mematikan ekonomi kami,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!