• Anggaran: Rp474,11 miliar
• Realisasi: Rp111,72 miliar
• Serapan: 23,56%
Belanja modal adalah pos yang berhubungan langsung dengan pembangunan fisik seperti peningkatan jalan, irigasi, dan infrastruktur lainnya. Rendahnya serapan di sektor ini kontras dengan klaim bahwa pembangunan berjalan cepat.
Pendapatan daerah Lampung Tengah yang ditargetkan Rp2,92 triliun baru terealisasi Rp1,69 triliun atau 57,84 persen.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga belum mencapai 60 persen, baru menyentuh 54,21 persen.
Perbedaan antara data resmi DJPK dan pernyataan Bupati menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. DPRD maupun publik meminta pemerintah daerah untuk menyampaikan keterangan rinci agar tidak terjadi misinformasi terkait kinerja penyerapan anggaran.
Apalagi, belanja modal yang identik dengan proyek pembangunan fisik justru menjadi pos dengan serapan terendah. (Edi)










