“Jumlah titik rawan tidak bertambah, namun skalanya bisa meluas tergantung intensitas curah hujan,” jelas Ricky.
BPBD melakukan koordinasi terpadu dengan camat, kepala kampung, serta instansi terkait dalam penanggulangan bencana. Koordinasi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga relawan Kampung Tangguh Bencana agar penanganan cepat, efisien, dan tidak tumpang tindih.
Posko siaga utama ditempatkan di Kantor BPBD Kabupaten Lampung Tengah, beroperasi 24 jam penuh. Selain itu, posko pendukung berada di Polres Lampung Tengah.
Sebanyak 17 personel Satgas PB disiagakan dengan sistem piket bergantian setiap hari.
BPBD juga memastikan seluruh peralatan darurat seperti perahu karet, tenda, dan logistik bencana dalam kondisi siap pakai dan dapat dioperasikan kapan pun dibutuhkan.
Tak hanya fokus pada penanganan, BPBD juga aktif melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat dan pelajar.












