Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini untuk menghadapi potensi bencana melalui pelatihan, simulasi, dan sosialisasi.
Kegiatan dilakukan melalui Relawan Kampung Tangguh Bencana di tingkat kampung dan kelurahan, serta bekerja sama dengan BPBD Provinsi Lampung melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Keluarga Tangguh Bencana (Katana).
BPBD Lampung Tengah juga mendapat dukungan logistik dari BNPB dan BPBD Provinsi Lampung, berupa sembako, makanan siap saji, serta pompa hisap yang telah didistribusikan sejak Januari 2025 kepada warga terdampak bencana.
Ricky berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga kewaspadaan dan kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana.
“Kami imbau warga agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan waspada terhadap tanda-tanda awal bencana seperti peningkatan debit air sungai, perubahan warna air, atau pergerakan tanah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi mandiri di rumah tangga, seperti memastikan atap tidak bocor, memangkas pohon yang rawan tumbang, dan menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting serta kebutuhan darurat. (Edi)












