Sinergi OJK dan Pemkab Pesawaran Bangun Ekosistem Keuangan Syariah di Pondok Pesantren

Sinergi OJK dan Pemkab Pesawaran Bangun Ekosistem Keuangan Syariah di Pondok Pesantren

Program ini tidak hanya mengajarkan santri menabung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dalam bentuk tabungan.

“Bank Sampah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan berbasis lingkungan yang berkelanjutan serta menanamkan jiwa wirausaha dan kemandirian pada siswa. Saya berharap, Bank Sampah ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan dan desa lainnya di Pesawaran,” ujar Bupati Nanda.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menyebut bahwa Pesawaran memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, mengingat 96 persen penduduknya beragama Islam dan terdapat lebih dari 80 pondok pesantren di wilayah tersebut.

Menurut Otto, program EPIKS dirancang agar pesantren tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat inklusi keuangan. Dengan begitu, pesantren dapat menjadi jembatan antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah.

Ia menambahkan, sinergi antara OJK, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Sampah Sahabat Gajah diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi dan pendampingan keuangan syariah secara langsung di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!